Banyak sekali pemula yang kebingunan untuk menentukan waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin. Padahal, ada strategi sederhana yang bisa membantu mengurangi risiko salah timing, yaitu Dollar Cost Averaging (DCA).
Strategi ini sangat cocok untuk pemula dan sering digunakan oleh profesional untuk berinvestasi jangka panjang secara konsisten.
Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu DCA, bagaimana cara kerjanya, keuntungan, serta contoh penerapannya dalam investasi Bitcoin.
Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi investasi dengan cara menyisihkan sejumlah uang secara rutin atau umumnya menyicil membeli sebuah aset atau dalam hal ini lebih spesifik Bitcoin (misalnya harian, mingguan atau bulanan) untuk membeli Bitcoin, tanpa memperhatikan harga, atau harga tersebut sudah dinilai masuk dalam range harga yang murah juga sudah di area support secara teknikal.
Artinya, kamu membeli saham dengan jumlah dana tetap, meski harga naik atau turun dengan tujuan menyeimbangkan harga rata-rata beli agar tidak terlalu tinggi.
Cara Kerja DCA dalam Investasi Bitcoin
- langkah awal yang jelas harus ada uangnya dulu dong, hhe becanda.
- pastikan uang tersebut adalah uang "dingin" atau uang bukan hasil pinjaman juga uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- oke kalau uang dinginnya sudah siap diambil dari kulkas, eehh sorry keceplosan,, mari kita tentukan jumlah investasi tetap, misalnya Rp1 juta setiap minggu.
- Beli Bitcoin di hari yang sama, misal senin pas pembukaan candle weekly secara konsisten.
- Saat harga Bitcoin naik atau rebound, kamu atur agar pembelian lebih sedikit, misal 50%d dari anggaran bajet mingguan.
- Saat harga turun, kamu bisa membeli Bitcoin lebih banyak lagi, bahkan apabila penurunannya tajam, kamu bisa membeli dalam kelipatan bajet mingguan.
- Dalam jangka panjang, harga rata-rata beli akan menyesuaikan seiring pergerakan harga.
Keuntungan Menggunakan Strategi DCA
- Mengurangi Risiko Timing
Tidak perlu pusing melihat chart dan melakukan analisa kapan harga Bitcoin naik atau turun, cukup tentukan support atau range harga pembelian lalu Dengan DCA, pembelian dilakukan rutin sehingga risiko salah timing bisa berkurang.
- Disiplin dalam Investasi
selain menguntungkan dan melatih kesabaran, DCA juga melatih mindset kebiasaan untuk konsisten menyisihkan dana investasi, ini sangat berguna Bagi generasi muda dengan penghasilan terbatas, strategi ini bisa sangat membantu.
- Memanfaatkan Compounding
Dengan seiring waktu kenaikan harga Bitcoin, dana yang sudah di alokasikan melalui DCA bisa tumbuh signifikan dalam jangka panjang.
- Cocok untuk Pemula
Investor baru yang belum faham tentang trading, tapi ingin berinvestasi tidak perlu khawatir dengan fluktuasi pasar karena DCA lebih fokus pada konsistensi jangka panjang.
Kekurangan DCA
- Membutuhkan uang, hhe ya iyalah ...
- kesabaran karena metode ini baru bisa dirasakan hasilnya secara signifikan dalam jangka panjang.
- Tidak dianjurkan jika pasar sedang bullish tajam, karena pembelian rutin bisa membuat harga rata-rata lebih tinggi.
- Tetap membutuhkan pemilihan saham atau aset yang tepat, terutama saham dan aset dengan fundamental kuat, jangan sampai memilih saham atau aset yang marketcap nya kecil atau rangking di coinmarketcapnya terlalu jauh.
Contoh Simulasi DCA
Misalnya kamu membeli Bitcoin Rp10 juta setiap bulan selama 1 tahun.
- Saat harga Rp1 milyar → dapat 0,01 satoshi.
- Saat harga Rp800 juta → dapat 0,0125 satoshi.
- Saat harga Rp500 juta → dapat 0,02 satoshi.
Dalam jangka panjang, harga rata-rata beli kamu akan lebih seimbang. Jika harga Bitcoin naik kembali ke atas Rp1 milyar, keuntungan bisa lebih optimal.
Kesimpulan
Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi sederhana namun efektif untuk membangun portofolio saham dengan risiko lebih terkendali. Dengan cara menyisihkan dana tetap secara rutin untuk menyicil membeli suatu aset, kamu bisa mengurangi risiko salah timing, membangun disiplin finansial, serta menikmati pertumbuhan aset jangka panjang.